Apakah "saya" seorang yang optimis dalam menghadapi hidup ???
Kita mengaku orang optimis atau pesimis tidak penting diutarakan secara verbal dihadapan orang lain. Kita lah orang yang paling tahu apakah kita seorang yang optimis atau pesimis. Tingkat keoptimisan tidak bisa diukur dengan ucapan. Kita bisa mengatakan kita ini orang yang optimis, tetapi jika yang kita praktek kan sehari-hari justru bertentangan dengan kaidah optimisme, maka bukanlah orang optimis.
Optimis memiliki dua pengertian. Pertama, doleksin hidup yang mengantarkan kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik. Kedua, optimisme berarti kecenderungan batin untuk merencanakan aksi untuk mencapai hasil yang lebih bagus. Dengan begitu, optimisme berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih baik dan keyakinan itu kita jadikan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih baik.
Ada beberapa alasan mengapa kita harus optimis. Pertama, energi positif. kalau bicara harapan sebatas harapan, tentunya harapan itu tidak bisa mengubah apa-apa. Lalu, untuk apa kita membutuhkan harapan?? Ini untuk mengeluarkan energi positif. Untuk menciptakan langkah dan hasil yang lebih bagus dibutuhkan harapan yang baik. Memiliki harapan baik akan memunculkan enegi dorongan yang lebih baik pula. Kehidupan yang lebih bagus memang tidak bisa diwujudkan hanya dengan harapan, namun untuk meraihnya dibutuhkan harapan yang bagus ! karena itu ada yang mengatakan, selama harapan itu masih ada berarti kehidupan itu juga masih ada. "Optimism is a force multiplier"
Kedua, perlawanan. tingkat perlawanan seseorang terhadap masalah atau hambatan yang dihadapi terkait dengan tingkat keoptimisannya. Orang dengan tingkat optimisme kuat, biasanya punya perlakuan kuat untuk menyelesaikan masalah. Sebaliknya, orang dengan tingkat optimisme yang lemah, cenderung lebih mudah menyerah pada realitas ketimbang menyelesaikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar