Halaman

Statistik Blog

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 26 Desember 2012

MIRACLE

     Meski untuk berharap itu tidak ada peraturannya, namun berdasarkan pengalaman dan kebiasaan. Ada beberapa hal yang akan lebih bagus kita hindari.

Pertama, harapan mulut (wish). Seperti apa harapan itu ??
Kalau kita berharap adanya hari esok yang lebih baik , namun itu hanya kita gunakan dalam ucapan atau tulisan, tanpa diiringi dengan tujuan, pelaksanaan yang ini namanya harapan mulut. Biasanya harapan seperti ini tidak mengubah apa-apa. Harapan yang seperti ini sama saja dengan fantasi atau keinginan-keinginan yang sifatnya masih umum (wish). Ada perbedaan yang menonjol antara "wish" dengan "goal". Orang yang lemah biasanya hanya punya "wish", sementara orang kuat biasanya memiliki "goal". Goal adalah keinginan dengan sasaran yang jelas dan jelas- jelas kita usahakan. Sekedar punya harapan tentu semua orang bisa. Sayangnya, praktek hidup ini tidak peduli dengan berbagai harapan yang kita ucapkan.


Kedua, terlalu berharap (over expectation).
"Jangan terlalu berharap, nanti kecewa sendiri", itulah pesan yang sering kita dengar. Memang ini tidak pasti, tetapi biasanya begitu. Terlalu berharap itu berbeda dengan memiliki harapan yang kuat (optimis). Harapan yang kuat berujung pada usaha yang kuat. Sementara terlalu berharap biasanya hanya berhenti pada mengharap, untuk mengaharap dan selalu berharap. Ada pepatah yang berpesan begini " Jika kamu mengharapkan sesuatu, jangan terlalu mengharapkannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar